Monday, October 7, 2013

Fani yang Pintar

      Fani yang Pintar

      Namaku adalah Nita, aku mempunyai teman yang sangat pintar Fani namanya.
Fani adalah seorang anak yang pintar. Bulan lalu dia mendapatkan medali dalam pelajaran IPA orang tuanya juga bangga kepadanya. Aku jadi iri malihatnya, kalau aku selalu dapat 70-80 saja. Aku pernah     pernah diajari matematika oleh Fani. Sebernarnya Fani anak yang baik juga rendah hati. Oh ya, karena rumahku dan rumah Fani bertetangga Fani selalu manyapaku setiap pagi. 


       Biasanya saat istirahat dan saat pulang teman sekelasku datang lari-larian karena mau mengejar Fani, bahkan teman baikku yang bernama Sinta. Lalu Sinta bertanya kepadaku: Nit. mau pulang deng-
an kami? rumahmu dan rumah fani kan bersebelahan. Lalu Fani tersenyum. Biasanya kalau sudah begi-
tu aku kabur ke rumah dengan lari dan pulang dengan jalan yang berbeda. Minggu-minggu ini aku jara-
ng sekali pulang dengan Sinta. Dia lebih sering pulang dengan Fani.

         Setelah aku sampai aku mengganti bajuku dan makan dengan cepat. Setelah selasai makan aku memandang ke jendela, ternyata Fani baru saja pulang! lalu aku menatapnya dengan rasa penuh bersa-
lah karena lari meninggalkannya. Lalu Fani menengok ke arahku, aku pun bersembunyi ke kamaku. Aku berkata dalam hatiku: aku akan meminta maaf kepada Fani!... esoknya aku datang lebih cepat dari pada Fani.


          Aku sudah melihat Sinta yang baru datang, aku langsung menceritakannya kapada Sinta. Lalu Sinta tersenyum lebar. Lalu dia berkata: tenang saja Nit, aku punya rencana. Rencana apa? tanyaku. Kamu tahu Fani baik? tanya Sinta. Ya, aku tahu dia baikk sekali!!! ucapku bersemangat karena ingin tahu rencana Sinta. Begini, aku akan menanyakan pertanyaan yang sama seperti kemarin, lalu kau ha-
rus ikut bersama Fani pulang bersama, dia pasti bahagia! kata Sinta. Lalu dia berkata lagi: bertingkahlah  
seperti biasa agar Fani tidak menanyakan kepadamu "ada apa".


          Setelah itu aku melihat Fani baru datang. Sinta pun malaksanakan rencananya. Dia mengobrol dengan Fani. Seperti biasa saat istirahat dan pulang teman sekelasku yang putri datang menghampiri Fani. Saat pulang Sinta mengajakku pulang bersama Fani, dengan mukaku yang tampak malu aku me-
nghampiri mereka. Lalu aku dengar Fani berbisik kepada Sinta dan bertanya: kenapa Nita mau pulang denganku bukankah biasanya dia kabur sambil lari-lari dan pulang ke rumahnya dengan arah yang ber-beda?


          Setelah itu Sinta menceritakan rencananya kepada Fani. Fani pun tersenyum dan berkata: Nita ayo kita pulang bersama, ada puding cokelat di rumahku loh. Semua temanku menjadi tampak lebih bersemangat termasuk aku. Setelah makan puding cokelat di rumah Fani aku dan teman-temanku ber-
main sebelum pulang ke rumah masing-masing. Karena rumahku bersebelahan dengan rumah Fani jadi
aku pulang paling lama. Aku sangat senang berteman dengan Fani.

tolong berikan komentar setelah membaca :) 



    

No comments:

Post a Comment