Saturday, February 6, 2016

Sinar Terang menjelang Imlek

Di hari menjelang Imlek, ada seorang anak yang ingin berpesta dengan keluarganya. Ia bernama Didi. Didi adalah seorang anak yatim piatu. Walaupun ia memiliki banyak teman, tetapi ia sangat merindukan keluarganya. Setiap tahun, Didi merayakan hari spesial itu dengan temannya, tetapi sebenarnya ia ingin merayakannya bersama keluarganya. Didi adalah anak yang sangat baik, oleh karena itu ia memiliki banyak teman yang menemaninya. Ia memiliki seorang teman yang sangat baik dan perhatian kepadanya, dan ia adalah teman terbaik Didi. Temannya bernama Bintang. Bintang adalah seorang perempuan yang memiliki keluarga, ia bertemu dengan Didi saat ia sebangkku dengan Didi di sekolahnya. Suatu hari saat mereka bermain bersama pada hari Sabtu, Didi terlihat sangat murung dan sedih.

 "Ada apa Didi"? Kata Bintang. Lalu Didi berkata dengan murung , "Tahun ini aku ingin merayakan Imlek bersama keluargaku". Perkataan Didi membuat Bintang bingung dan cemas. Saat Bintang pulang kerumah, ia memikirkan apa yang dimaksud oleh Didi. Keesokan harinya, ia pergi mengunjungi panti asuhan untuk bermain dengan Didi. Ia bertanya kepada salah satu pengasuh yatim piatu yang bernama Kak Sani. "Kak Sani, bisakah saya bertemu dengan Didi? Saya ingin bermain dengannya". "Oh, iya Didi ada di halaman belakang bermain dengan temannya". Kata Kak Sani. Saat Bintang melihat Didi, ia masih terlihat murung saat bermain dengan temannya. Bintang pun mempunyai ide untuk membahagiakan Didi.

Ia mengambil kertas dan mencatat semua barang keluarga Didi yang sudah rusak. Setelah itu ia membeli banyak bingkai foto untuk menyimpan foto keluarga Didi. Ia juga membelikan baju baru untuk Didi. Bintang berharap, besok Didi akan menjadi gembira dan bisa merayakan hari Imlek itu dengan keluarganya. Bintang kembali kerumahnya untuk membungkus semua barang yang ia beli dengan kertas kado berwarna merah. Saat itu ia baru ingat bahwa dia belum membeli buah-buahan untuk Didi dan yatim piatu lainnya, jadi ia pergi ke supermarket untuk membeli beberapa buah-buahan.

Keesokan harinya, ia bangun dan mendengarkan berita yang dikatakan oleh ayahnya. Ayahnya harus bekerja ke Amerika, dan tentu saja keluarganya harus ikut dengannya. "Hari ini adalah hari yang kutunggu dan hari spesial bagiku dan Didi, tetapi ayah merusaknya"! Bintang menjadi sangat sedih. Ia pun pergi ke kamarnya untuk mengambil barang-barang yang sudah ia siapkan kemarin. Setelah itu, Bintang memanjat jendela kamarnya dan pergi ke panti asuhan. Sesudah itu ia menaruh barang-barangnya di meja kamar Didi saat Didi sedang mandi. Dengan cepat ia kembali ke rumahnya. Saat Didi masuk ke kamarnya, ia melihat banyak sekali kotak-kotak yang ada di mejanya. Didi pun membuka kotak itu satu persatu. Ia sangat bahagia karena barang-barang keluarganya menjadi baru. Tetapi ia masih belum mengetahui siapa yang memberikan barang-barang itu. Sampai ia melihat  kotak terakhir, ada secarik kertas yang bertulisan "Karena akulah sinar terang menjelang Imlek. -Bintang-".

Sunday, December 27, 2015

Mengunjungi Taman Bunga Nusantara - Cipanas, Jawa Barat

Waktu liburan kita pergi ke Cipanas, Jawa barat. Cuaca di Cipanas juga sedikit dingin jadi kita harus membawa jaket. Sebelum kita pergi check-in di hotel, kita pergi mengunjungi Taman Bunga Nusantara. Disana bukan hanya terdapat bunga dari Indonesia saja tetapi ada juga yang berasal dari Brazil, Afrika Selatan dan lain-lain. Tempat ini sangat besar sehingga jika anda pergi sendirian tanpa peta, kalian akan tersesat. Kami sampai di sana sekitar jam 7 tetapi, tempat itu buka jam 8. Jika kalian sampai sekitar jam 7-8, kalian dapat mendapat banyak tempat parkir dan juga bisa menikmati angin pagi yang sejuk. Tetapi setelah jam 9 atau lebih, matahari sangat menyengat dan panas. Menurut saya, tanaman yang paling saya sukai adalah bunga lavender, dusty miller, dan bunga-bunga yang ada di green house.

Sebelum masuk ke dalam taman, kita harus membayar tiket masuk. Saat masuk, kalian akan melihat bentuk-bentuk binatang yang terbuat dari daun dan juga hamparan bunga yang luas. Di sana juga ada air mancur dan restoran kecil di dekat pintu masuk. Ada juga penghargaan yang ditulis pada sebuah batu yang besar. Di dalam taman ini, ada banyak taman-taman kecil yang sangat banyak dan melebihi 10 taman. Kami mengunjungi taman Jepang, Green house/rumah kaca, dan labirin. Kami juga melihat angsa di tempat yang disediakan di sana. Ada angsa hitam dan juga putih. Di dekat hamparan bunga besar, kami melihat jam taman. Sebelum jam taman itu terlihat, ada banyak bunga-bunga di depannya.
 
Saat kami memasuki green house, kami harus membayar Rp.2000 rupiah. Setelah itu kita memasuki taman Jepang. Di sana tidak terlalu menarik, tetapi pintunya sangat menarik perhatian. Akhirnya kami pergi ke labirin yang dindingnya terbuat dari daun dan ranting. Di dekat labirin itu ada angin yang sejuk, sayangnya di sana tidak ada tempat duduk Kami tidak tahu apakah ada 2 pintu, tetapi kami keluar melalui pintu masuk karena sudah tidak ada jalan. Setelah kami keluar, kami pergi untuk makan siang di pintu depan. Banyak sekali orang yang masuk ke dalam sana. Setelah makan siang kami pergi untuk check-inn di hotel.

Koordinat -6.7271934,107.0798677



ini adalah penghargaan yang ditulis dengan batu besar

 ini adalah hamparan bunga besar dan bentuk binatang dari daun

ini adalah air mancur yang ada di dekat pintu masuk

ini adalah pintu masuk yang ada di taman Jepang
 

ini adalah bunga teratai yang saya temukan saat berkeliling

ini adalah bunga yang ada di green house.
 

Monday, December 21, 2015

Kakek dan Ikan Emas Ajaib

              Di sebuah gubuk tua, hiduplah seorang kakek dan nenek yang tinggal bersama. Pekerjaan sang kakek adalah nelayan, dan kehidupan mereka juga tidak mencukupi. Pada suatu hari, sang kakek sedang menangkap ikan dengan jalanya, ia mendengar seseorang yang sedang berteriak kepadanya. "Tolong jangan tangkap aku! Jika kamu membebaskan aku, aku akan memberikan kamu 4 permintaan". Mendengar seseorang berkata begitu sang kakek bertanya "Dimana kau?". Lalu suara itu kembali berkata "Aku disini kek, di jalamu!" Sang kakek pun terkejut dan kembali ke jalanya. Ia berkata "Apakah itu kamu ikan?" Lalu ia pun mengangkat jalanya dan bertanya kepada ikan itu "Mengapa kau bisa bicara, siapa kau?" Dan ikan itu pun berkata "Aku adalah ikan emas ajaib, terima kasih telah melepaskanku dari jalamu, sekarang sebutkanlah permintaanmu dan aku akan kabulkan". Permintaan pertama sang kakek adalah untuk mendapatkan 1 buah sosis yang kemarin dimakan oleh sang nenek.
 
           Setelah itu sang kakek berkata "Aku akan kembali lagi untuk permintaan selanjutnya". Saat sampai ke rumahnya, ia melihat di meja makannya ada sebuah sosis yang lezat. Ia pun menceritakan semuanya ke sang nenek sambil memakan sosisnya. "Kamu hanya menyia-nyiakan kesempatan ini!" Ujar sang nenek. "Sekarang kembali lagi untuk meminta keran air yang baru untuk mencuci piring kita!" Ujar sang nenek lagi. Lalu sang kakek pergi ke ikan emas ajaib itu lagi untuk meminta keran air yang baru. Setelah kembali ke rumah, sang nenek sangat bergembira karena mendapat keran air yang baru. Tetapi, nenek menginginkan lebih lagi. Iya berkata "Kembalilah ke si ikan untuk meminta rumah baru dan makanan yang enak-enak.
 
Sang kakek pun kembali lagi ke tempat ikan emas itu untuk meminta rumah baru dan makanan yang enak-enak. setelah kembali ke rumahnya, ia melihat sebuah rumah yang sangat mewah, dan saat iya masuk ke dalam rumah itu, iya melihat banyak makanan yang tergeletak di meja makan. Ia menyadari bahwa itu adalah rumahnya. Tetapi, sang nenek semakin serakah dan egois. Sang nenek meminta agar ia bisa menjadi Allah. Setelah mendengar permintaan terakhir dari sang kakek, ikan emas ajaib itu pun murka dan mengembalikan semua menjadi seperti semula, yaitu sang kakek dan nenek kembali tinggal di sebuah gubuk tua yang kehidupannya tidak tercukupi. 

Pesan moral: kita tidak boleh egois dan serakah kepada sesama. ~(^v^)~ \(^v^)/
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Wednesday, November 25, 2015

Bentar lagi UASB

Kita bakal ada UASB tanggal 27 nanti, yang berarti 2 hari lagi... . UASB itu adalah Ujian Akhir Semester Bersama. Sebenarnya gak usah pake huruf besar sih, tapi supaya keliatan aja.Males banget nyicil dengan 5 buku gara2 kurikulum yang baru sekarang.Sebenarnya bisa sih liat dari kertas soal. Sekarang aja aku lagi mengefreshkan my mind dari kertas2 yang ada. Guru2 pada suruh nyicil dan pake belajar seperti semut segala!!! Ngomonginnya itu2 mulu lagi... Jadi terpaksa kita belajar juga deh. Tapi enaknya kalo udah nyicil tuh kita tinggal santai aja dan gak usah repot2 segala nyariin buku dan kertas soal+ catatan yang bejibunan gitu. Kalo di SMP dan SMA sehari sebelum UASB pasti ada liburnya. Jadi aku harus bangun jam 5:30-an sendiri. Jadi ngiler tau ngeliatin yang lain pada tidur tapi kita doang yang lagi bangun, mending kalo jalan2 tapi ini ke sekolah. Di sekolah aku, kita boleh pulang jam 12:00 buat persiapan UASB. Tapi biasanya sih kita belajar cuman kalau ada ulangan aja... hehehe. Tapi kalo gak ada ulangan ya masa bodo aja \(^^)/. Banyak pasti yang males belajar kalo gak ada ulangan. Aku pernah tuh tanya beberapa temen, aku tanyanya gini "aku cuma belajar kalo ada ulangan doang, kamu iya gak?" kayak gitu deh. Sebenarnya aku udah keabisan ide mau ketik apa di sini soalnya udah gak ada peristiwa yang menarik lagi heheheehehehe \(^v^)/. Publish sekarang aja deh...


   




Sunday, October 11, 2015

Boim Lebon

Hari ini aku suka banget ngetik... Gak tau kenapa tiba-tiba seru banget hahahaha gak lucu sih cuma nambahi doang sih sebenarnya aku gak tau mau ngapain dan mau ngetik apa tapi ini akan tetap di post. Sebenarnya ada sepupu saya tapi saya lebih suka mengetik.

saya ada cerita dari Bapak Boim, kemarin dia datang ke sekolah saya. Waktu teman saya cerita apa yang dia lakukan pagi-pagi, pak Boim bias mengganti ceritanya menjadi lucu. katanya "Pada pagi hari aku bangun dan mandi, tapi saking ngantuknya aku salah masuk kamar. Aku masuk ke lemari. Habis itu aku keramas pake dove. Habis mandi aku langsung keluar, tapi aku lupa bilas, jadi aku balik lagi untuk membersihkan badan.Terus aku pake baju, EH!!! aku lepas lagi karena aku belon pake kaos dalem" kira-kira kayak gitu. Kalo diceritain sih gak seru soalnya gak ada ekspresinya. Tapi kalo dengerin secara asli pasti banyak yang ketawa deh (kayaknya). Katanya dia udah bikin lebih dari 100 buku. Ada beberapa orang teman saya yang tanya-tanya. Ada yang tanya gimana cara bikin buku, ada yang tanya apakah bapak bikin cerita setiap hari dll. Aku lumayan suka sama buku Lupus yang dibikin Pak Boim. Aku pernah baca buku yang tebel banget, kayaknya halamannya ribuan. Apalagi Pak Boim bikin satu halaman 1 hari dan satu cerita harus 3 bulan... Gila ya! aku nekat  baca buku itu dan 4 hari sudah selesai semua loh...!!! tapi itu harus nekat dulu baru selesai. ada 3 bab tapi dalam 1 bab kayaknya ada 6-9 cerita (lupa). Sayangnya buku Lupus yang ada di perpustakaan cuma sedikit... Dan sisanya tidak bisa dipinjam karena tidak ada barkot. Dulu kakak saya sering meminjam buku Lupus jadi saya sering baca juga. Tapi banyak yang aku udah lupa ceritanya kayak apa tapi saya pernah baca dulu.


ini buku yang saya baca itu yang tebel. Sebenarnya saya baca buku ini dari perpus.
Saya pinjam buku ini sebelum UTS.
diambil dari :https://bukubukubekas.wordpress.com/
 
Saya juga pernah baca buku ini. Ini bukunya lebih tipis dan lebih kecil.
diambil dari:https://www.goodreads.com/
 
Lupus ABG: Cintanya Terbang Bersama Bajajini saya pernah baca tapi saya lupa ceritanya.
diambil dari :https://www.goodreads.com/
 
 
 
 


Tuesday, July 28, 2015

Pergi ke Pangandaran day 5

Setelah ke Dieng, kami menuju ke Pangandaran. Kami juga berhenti untuk makan siang di sebuah warung makan yang menjual makanan Padang. Jalanan yang ada di sana membuat saya mabuk karena kita harus berbelok ke kanan dan ke kiri. Setelah mengisi perut kami, kami melanjutkan perjalanan. Saat sampai di Pangandaran kami mencari Hotel Rose Inn. Setelah mendapatkan kunci kamar kami, saya dan keluarga saya menuruni barang-barang yang diperlukan. Kami belum mandi selama 2 hari karena kami berada di Dieng.

 Setelah itu kami pergi ke Pantai Barat yang tidak jauh dari hotel kami. Lalu kami dijaga oleh ayah kami saat sedang masuk ke dalam laut untuk membersihkan diri. Setelah itu, kami bermain pasir sebentar dan kembali bermain air dalam laut. Ombak di Pantai Barat lumayan besar jadi kita harus berhati-hati saat bermain. Pasir di sana juga sangat lembab karena banyak air yang menggenangi pasir tersebut. Tetapi pasir di sana sangat unik dan bersih, tidak ada orang yang membuang sampah sembarangan. Karena air laut sudah mulai pasang kita harus segera pulang.

 Sebelum itu kami harus membilas diri kami di sebuah tempat umum. Setelah bersih kami pun kembali ke hotel. Karena kamar kami ada di lantai 3 kami terpaksa harus lari-larian. Lalu kami mandi. Kami berjalan-jalan sebelum kami makan malam. Kami juga mencoba bermain sepeda ontel. Kami menyewa 2 sepeda ontel, satu untuk 3 orang dan satu lagi untuk 2 orang. Orang yang paling depan harus menyeimbangkan diri tapi orang yang dibelakang tidak perlu. 

Kami menyewa sepeda itu selama 30 menit tetapi sebelum 30 menit kami sudah berhenti. Setelah itu kami mencari tempat untuk makan malam. Setelah selesai makan kami mencoba sepeda yang berbentuk mobil, mobil itu mempunyai 4 roda seperti mobil yang biasa tapi mobil ini harus dikayuh dan lebih kecil. Karena kakak saya ingin berlatih memakai mobil jadi kakakku mencoba menyetirnya duluan. Saya juga mencobanya sebentar. Setelah beberapa menit kami menjadi lelah jadi kami mengembalikannya kembali. Lalu kami kembali ke hotel. 

Setelah kami check out kita pergi melihat-lihat di Pantai Timur. Lalu kami makan siang di Relax restaurant. Di restaurant ini menjual banyak makanan penutup. Ada opor ayam, pasta, nasi dengan rendang dll. Yang mempunyai restaurant ini adalah orang yang berasal dari luar negeri. Atau biasa kita menyebutnya sebagai "bule". Tapi orang ini bisa berbahasa Indonesia. Dia berkata mereka sudah membuka restaurant ini selama 24 tahun. Setelah kami makan siang, kami membeli satu makanan penutup yaitu es krim blueberry yang sangat enak. Saya lupa apa namanya. Setelah itu kami pergi ke Bandung.