Sunday, December 27, 2015

Mengunjungi Taman Bunga Nusantara - Cipanas, Jawa Barat

Waktu liburan kita pergi ke Cipanas, Jawa barat. Cuaca di Cipanas juga sedikit dingin jadi kita harus membawa jaket. Sebelum kita pergi check-in di hotel, kita pergi mengunjungi Taman Bunga Nusantara. Disana bukan hanya terdapat bunga dari Indonesia saja tetapi ada juga yang berasal dari Brazil, Afrika Selatan dan lain-lain. Tempat ini sangat besar sehingga jika anda pergi sendirian tanpa peta, kalian akan tersesat. Kami sampai di sana sekitar jam 7 tetapi, tempat itu buka jam 8. Jika kalian sampai sekitar jam 7-8, kalian dapat mendapat banyak tempat parkir dan juga bisa menikmati angin pagi yang sejuk. Tetapi setelah jam 9 atau lebih, matahari sangat menyengat dan panas. Menurut saya, tanaman yang paling saya sukai adalah bunga lavender, dusty miller, dan bunga-bunga yang ada di green house.

Sebelum masuk ke dalam taman, kita harus membayar tiket masuk. Saat masuk, kalian akan melihat bentuk-bentuk binatang yang terbuat dari daun dan juga hamparan bunga yang luas. Di sana juga ada air mancur dan restoran kecil di dekat pintu masuk. Ada juga penghargaan yang ditulis pada sebuah batu yang besar. Di dalam taman ini, ada banyak taman-taman kecil yang sangat banyak dan melebihi 10 taman. Kami mengunjungi taman Jepang, Green house/rumah kaca, dan labirin. Kami juga melihat angsa di tempat yang disediakan di sana. Ada angsa hitam dan juga putih. Di dekat hamparan bunga besar, kami melihat jam taman. Sebelum jam taman itu terlihat, ada banyak bunga-bunga di depannya.
 
Saat kami memasuki green house, kami harus membayar Rp.2000 rupiah. Setelah itu kita memasuki taman Jepang. Di sana tidak terlalu menarik, tetapi pintunya sangat menarik perhatian. Akhirnya kami pergi ke labirin yang dindingnya terbuat dari daun dan ranting. Di dekat labirin itu ada angin yang sejuk, sayangnya di sana tidak ada tempat duduk Kami tidak tahu apakah ada 2 pintu, tetapi kami keluar melalui pintu masuk karena sudah tidak ada jalan. Setelah kami keluar, kami pergi untuk makan siang di pintu depan. Banyak sekali orang yang masuk ke dalam sana. Setelah makan siang kami pergi untuk check-inn di hotel.

Koordinat -6.7271934,107.0798677



ini adalah penghargaan yang ditulis dengan batu besar

 ini adalah hamparan bunga besar dan bentuk binatang dari daun

ini adalah air mancur yang ada di dekat pintu masuk

ini adalah pintu masuk yang ada di taman Jepang
 

ini adalah bunga teratai yang saya temukan saat berkeliling

ini adalah bunga yang ada di green house.
 

Monday, December 21, 2015

Kakek dan Ikan Emas Ajaib

              Di sebuah gubuk tua, hiduplah seorang kakek dan nenek yang tinggal bersama. Pekerjaan sang kakek adalah nelayan, dan kehidupan mereka juga tidak mencukupi. Pada suatu hari, sang kakek sedang menangkap ikan dengan jalanya, ia mendengar seseorang yang sedang berteriak kepadanya. "Tolong jangan tangkap aku! Jika kamu membebaskan aku, aku akan memberikan kamu 4 permintaan". Mendengar seseorang berkata begitu sang kakek bertanya "Dimana kau?". Lalu suara itu kembali berkata "Aku disini kek, di jalamu!" Sang kakek pun terkejut dan kembali ke jalanya. Ia berkata "Apakah itu kamu ikan?" Lalu ia pun mengangkat jalanya dan bertanya kepada ikan itu "Mengapa kau bisa bicara, siapa kau?" Dan ikan itu pun berkata "Aku adalah ikan emas ajaib, terima kasih telah melepaskanku dari jalamu, sekarang sebutkanlah permintaanmu dan aku akan kabulkan". Permintaan pertama sang kakek adalah untuk mendapatkan 1 buah sosis yang kemarin dimakan oleh sang nenek.
 
           Setelah itu sang kakek berkata "Aku akan kembali lagi untuk permintaan selanjutnya". Saat sampai ke rumahnya, ia melihat di meja makannya ada sebuah sosis yang lezat. Ia pun menceritakan semuanya ke sang nenek sambil memakan sosisnya. "Kamu hanya menyia-nyiakan kesempatan ini!" Ujar sang nenek. "Sekarang kembali lagi untuk meminta keran air yang baru untuk mencuci piring kita!" Ujar sang nenek lagi. Lalu sang kakek pergi ke ikan emas ajaib itu lagi untuk meminta keran air yang baru. Setelah kembali ke rumah, sang nenek sangat bergembira karena mendapat keran air yang baru. Tetapi, nenek menginginkan lebih lagi. Iya berkata "Kembalilah ke si ikan untuk meminta rumah baru dan makanan yang enak-enak.
 
Sang kakek pun kembali lagi ke tempat ikan emas itu untuk meminta rumah baru dan makanan yang enak-enak. setelah kembali ke rumahnya, ia melihat sebuah rumah yang sangat mewah, dan saat iya masuk ke dalam rumah itu, iya melihat banyak makanan yang tergeletak di meja makan. Ia menyadari bahwa itu adalah rumahnya. Tetapi, sang nenek semakin serakah dan egois. Sang nenek meminta agar ia bisa menjadi Allah. Setelah mendengar permintaan terakhir dari sang kakek, ikan emas ajaib itu pun murka dan mengembalikan semua menjadi seperti semula, yaitu sang kakek dan nenek kembali tinggal di sebuah gubuk tua yang kehidupannya tidak tercukupi. 

Pesan moral: kita tidak boleh egois dan serakah kepada sesama. ~(^v^)~ \(^v^)/