Tuesday, July 28, 2015

Pergi ke Pangandaran day 5

Setelah ke Dieng, kami menuju ke Pangandaran. Kami juga berhenti untuk makan siang di sebuah warung makan yang menjual makanan Padang. Jalanan yang ada di sana membuat saya mabuk karena kita harus berbelok ke kanan dan ke kiri. Setelah mengisi perut kami, kami melanjutkan perjalanan. Saat sampai di Pangandaran kami mencari Hotel Rose Inn. Setelah mendapatkan kunci kamar kami, saya dan keluarga saya menuruni barang-barang yang diperlukan. Kami belum mandi selama 2 hari karena kami berada di Dieng.

 Setelah itu kami pergi ke Pantai Barat yang tidak jauh dari hotel kami. Lalu kami dijaga oleh ayah kami saat sedang masuk ke dalam laut untuk membersihkan diri. Setelah itu, kami bermain pasir sebentar dan kembali bermain air dalam laut. Ombak di Pantai Barat lumayan besar jadi kita harus berhati-hati saat bermain. Pasir di sana juga sangat lembab karena banyak air yang menggenangi pasir tersebut. Tetapi pasir di sana sangat unik dan bersih, tidak ada orang yang membuang sampah sembarangan. Karena air laut sudah mulai pasang kita harus segera pulang.

 Sebelum itu kami harus membilas diri kami di sebuah tempat umum. Setelah bersih kami pun kembali ke hotel. Karena kamar kami ada di lantai 3 kami terpaksa harus lari-larian. Lalu kami mandi. Kami berjalan-jalan sebelum kami makan malam. Kami juga mencoba bermain sepeda ontel. Kami menyewa 2 sepeda ontel, satu untuk 3 orang dan satu lagi untuk 2 orang. Orang yang paling depan harus menyeimbangkan diri tapi orang yang dibelakang tidak perlu. 

Kami menyewa sepeda itu selama 30 menit tetapi sebelum 30 menit kami sudah berhenti. Setelah itu kami mencari tempat untuk makan malam. Setelah selesai makan kami mencoba sepeda yang berbentuk mobil, mobil itu mempunyai 4 roda seperti mobil yang biasa tapi mobil ini harus dikayuh dan lebih kecil. Karena kakak saya ingin berlatih memakai mobil jadi kakakku mencoba menyetirnya duluan. Saya juga mencobanya sebentar. Setelah beberapa menit kami menjadi lelah jadi kami mengembalikannya kembali. Lalu kami kembali ke hotel. 

Setelah kami check out kita pergi melihat-lihat di Pantai Timur. Lalu kami makan siang di Relax restaurant. Di restaurant ini menjual banyak makanan penutup. Ada opor ayam, pasta, nasi dengan rendang dll. Yang mempunyai restaurant ini adalah orang yang berasal dari luar negeri. Atau biasa kita menyebutnya sebagai "bule". Tapi orang ini bisa berbahasa Indonesia. Dia berkata mereka sudah membuka restaurant ini selama 24 tahun. Setelah kami makan siang, kami membeli satu makanan penutup yaitu es krim blueberry yang sangat enak. Saya lupa apa namanya. Setelah itu kami pergi ke Bandung.



Saturday, July 25, 2015

Pergi ke Dieng day 3-4

   WELCOME TO DIENG...     

 Setelah pergi ke Semarang dan Ungaran, kita pergi ke Dieng. perjalanan di sana sangat menyenangkan karena kita bisa melihat banyak gunung. Tapi kita harus melewati jalan berbatu karena ada jembatan yang rubuh. Kita sempat tersasar tetapi beberapa orang membantu kita untuk pergi ke jalanan yang harus kita lewati. Setelah itu, udara menjadi semakin dingin. Mulanya udara disana sama seperti di Bandung, tapi kemudian berubah menjadi lebih dingin. Kita juga sudah menyiapkan jaket hangat yang tebal, jaket, topi, sarung tangan, rompi, dan juga longjohn untuk tidur. Setelah sampai di Dieng, kita menginap di Arjuna Homestay. Di sana tidak memiliki pemanas sehingga pada malam hari menjadi sangat dingin dibandingkan pada siang hari. Kita juga pergi melihat ke Candi Arjuna. Kita makan malam di sebuah warung di dekat rumah kami. Pada hari berikutnya, kita pergi melihat sunrise di Gunung Sikunir. Sebelum pergi ke sana kita memakan bubur instant hangat. 

         Kita juga dibantu oleh seorang tour guide yang sangat pandai mendaki gunung. Pada waktu subuh udara sangat dingin sampai kita harus menggunakan jaket berlapis-lapis. Setelah sampai, kita memulai untuk mendaki gunung. Gunung itu memiliki beberapa pegangan agar kita tidak jatuh. Saat saya menaiki gunung itu, saya tidak memiliki tenaga jadi saya harus berhenti untuk meminum air dan beristirahat sejenak. itu adalah pengalaman pertama saya mendaki gunung. Setelah sampai di puncak gunung, kita harus menunggu matahari terbit tersebut. Setelah matahari itu terlihat, banyak sekali turis yang berfoto-foto. Sebelum matahari tersebut terlihat, udara di sana memang sangat dingin, tapi setelah itu saya tidak terlalu menggigil. 

          Lalu kita kembali turun dan melihat ke tempat lainnya. Kita juga mengunjungi Telaga Warna. Telaga itu diberikan nama Telaga Warna karena telaga itu bisa berubah warna. Kita juga dapat melihat telaga itu dari atas. Di atas ada tempat untuk duduk dan juga ada batu yang sangat tinggi agar kita dapat melihat lebih jelas. Saya dan keluarga sayajuga berfoto-foto di batu tersebut. Batu itu terlihat sangat tinggi sampai membuat saya menjadi takut jatuh. Setelah itu kami pergi ke Kawah Sikidang. Tempat itu sangat bagus tetapi sangat bau. Pengawas pintu masuk juga berkata kita harus memakai masker karena bau belerang. 

       Saya tidak berfoto-foto di sana karena saya merasa mabuk dengan bau belerang yang sangat kuat itu. Kita juga mendekati kawah itu. Banyak sekali uap-uap disana. Lalu kita kembali ke mobil. Setelah itu, bapak tuor guide menemani kami ke Museum Kailasa. Karena museum itu belum buka, kita harus menunggu. Bapak tour guide sudah pulang tetapi museum itu masih saja belum buka dan sangat sepi. Akhirnya museum itu di buka. Seharusnya kita membayar pintu masuk tetapi tidak ada penjaga yang berkata kita harus bayar jadi kita langsung masuk saja. Setelah melihat berbagai macam patung dan benda bersejarah, kita pergi ke Candi Gatot Kaca.

       Candi Gatot Kaca memiliki taman yang besar agar para pengunjung bisa melihat-lihat dan berjalan-jalan. Saya dan saudara saya sibuk bermain ^v^ sampai saya terjatuh ke rumput-rumput yang basah. Setelah kami berjalan-jalan kami pun kembali ke Arjuna Homestay. Kami makan siang di sana juga. Di Arjuna Homestay kita juga bisa memesan makanan. Kami memesan indomie goreng. pada malam hari saya dan ayah saya membeli makanan di sebuah restauant yang tidak jauh dari penginapan saya. Esok harinya, kami kembali ke perjalanan.


ini adalah foto Candi Arjuna. Pemandangan di sana sangat indah dan mempesona.
sumber: https://smpn9depok.wordpress.com
 ini adalah Telaga Warna dan 1 telaga lainnya.
sumber: http://wisatadisemarang.com

Kawah Sikidang, Dieng. sumber: http://wisatawanalam.blogspot.com

 Museum Kailasa, Dieng. sumber: http://www.daftartempat.com

Friday, July 24, 2015

Pergi ke Ungaran dan Semarang Day 2

         


Setelah ke Pekalongan kita pergi ke Ungaran, kira-kira membutuhkan 2 jam untuk sampai di sana. Selama di Ungaran kita pergi ke Watu Gong. Tidak banyak orang yang berkunjung ke sana karena hari itu bukanlah hari Minggu. Disana kita dapat melihat pemandangan yang indah, dan juga kita dapat melihat pagoda yang ada di sana. Kita juga dapat bersembahyang sambil berfoto-foto. Pagoda itu memiliki banyak tingkat, tapi sayangnya tidak dapat dinaiki. Di tempat lain ada tempat untuk bersembahyang kepada Buddha. Disana juga terdapat pohon Bodhi pertama yang sangat besar dan indah. Ada juga berbagai macam patung Kwan Im dan Buddha. Setelah puas melihat-lihat, kita kembali ke perjalanan.  

Di tengah perjalanan, kita berhenti untuk makan siang di sebuah restoran. Setelah selesai makan, kita melanjutkan perjalanan. Akhirnya sampai di Semarang. Di Semarang kita pergi ke Sam Poo Kong. Tempat itu memiliki patung Sam Poo Kong yang sangat besar di sebuah area untuk para wisatawan. Orang yang tidak bersembahyang tidak dapat masuk kedalam tempat yang disediakan khusus untuk bersembahyang. Pemandangan di sana juga sangat bagus. Di sediakan juga tempat dimana para wisatawan bisa berfoto-foto/selfie di sana. Saya juga berfoto-foto di sana. Setelah itu kita check inn di Hotel Quest. 

Hotel ini memiliki kolam renang di lantai 3. Kami juga berenang disana. Quest Hotel juga memiliki retaurant agar kita dapat makan. Kita juga mendapatkan tiket gratis jika kita ingin sarapan pagi. Banyak sekali makanan yang dapat kita pilih. Contohnya roti, bubur, mie, nasi goreng dan lainnya. Ada juga kamar yang memiliki connecting doors/connecting room. Connecting door berfungsi agar kita dapat melihat ke kamar lain. Biasanya connecting door digunakan untuk keluarga. Kita juga mendapatkan tiket gratis jika kita ingin sarapan pagi.  

Di kamar-kamar yang ada, terdapat gorden untuk menutupi jendela yang menembus ke toilet. Selain itu, kita juga makan malam di gang Pinggir. Sayangnya, kita harus berjalan kaki dari hotel menuju ke tempat makan itu. Tempatnya jauh sekali. Pada saat kita berjalan, kita melihat banyak sekali klenteng yang kita lewati. Sebenarnya kita merencanakan untuk makan lumpia tetapi, tempat itu tutup, jadi kita terpaksa harus makan di tempat yang ada. Saya merasa sangat lemas karena sudah berjalan lama sekali. Karena kami terlalu lelah kita pulang menggunakan becak. Sangat seru menaiki becak. Setelah sampai di hotel kami pun beristirahat. Esoknya, kita sarapan pagi di hotel Quest. Lalu kami kembali ke perjalanan.

ini adalah pintu masuk dari Sam Poo Kong
sumber: http://cityonehotel.com

ini adalah pagoda yang ada di WatuGong. Sumber:
 https://mamamocil123.wordpress.com

 ini adalah gedung Quest Hotel, Semarang. 

Sumber: http://www.eastjavatraveler.com




Pergi ke Kota Pekalongan Day 1

  

 ini adalah pintu masuk Hotel Namira dan contoh kamarnya

diambil dari:  http://www.situshotel.com, http://www.pegipegi.com

Tanggal 23 Juni 2015, kita pergi ke Pekalongan. Kita naik mobil dari Jakarta, kita juga melewati tol Cipali. Jalanan di tol Cipali bagus tapi tidak memiliki banyak belokan, hampir semua lurus. Ada beberapa supir truk yang mengantuk karena jalanannya yang membosankan. Di perjalanan ke Pekalongan kita lihat banyak sawah di sekitar tol Cipali. Perjalanan dari Jakarta ke Pekalongan membutuhkan 5 jam. Sebelum ada tol ini mungkin perjalanannya ke Pekalongan butuh 10 jam. Setelah sampai kita pergi ke Hotel Namira untuk check inn. Hotel Namira dekat dengan alun-alun kota Pekalongan. Di Hotel Namira disediakan restaurant agar kita bisa sarapan pagi. Kita menyewa 2 kamar. Tempat tidur yang ada di sana bisa digunakan 2-3 orang. Setelah itu, kai berkumpul dengan beberapa keluaraga kami yang tinggal disana. Lalu kita makan malam.  Besoknya, kita sarapan pagi menggunakan tiket makan yang ada di sana. Lalu, kita kembali ke perjalanan.