Saturday, July 25, 2015

Pergi ke Dieng day 3-4

   WELCOME TO DIENG...     

 Setelah pergi ke Semarang dan Ungaran, kita pergi ke Dieng. perjalanan di sana sangat menyenangkan karena kita bisa melihat banyak gunung. Tapi kita harus melewati jalan berbatu karena ada jembatan yang rubuh. Kita sempat tersasar tetapi beberapa orang membantu kita untuk pergi ke jalanan yang harus kita lewati. Setelah itu, udara menjadi semakin dingin. Mulanya udara disana sama seperti di Bandung, tapi kemudian berubah menjadi lebih dingin. Kita juga sudah menyiapkan jaket hangat yang tebal, jaket, topi, sarung tangan, rompi, dan juga longjohn untuk tidur. Setelah sampai di Dieng, kita menginap di Arjuna Homestay. Di sana tidak memiliki pemanas sehingga pada malam hari menjadi sangat dingin dibandingkan pada siang hari. Kita juga pergi melihat ke Candi Arjuna. Kita makan malam di sebuah warung di dekat rumah kami. Pada hari berikutnya, kita pergi melihat sunrise di Gunung Sikunir. Sebelum pergi ke sana kita memakan bubur instant hangat. 

         Kita juga dibantu oleh seorang tour guide yang sangat pandai mendaki gunung. Pada waktu subuh udara sangat dingin sampai kita harus menggunakan jaket berlapis-lapis. Setelah sampai, kita memulai untuk mendaki gunung. Gunung itu memiliki beberapa pegangan agar kita tidak jatuh. Saat saya menaiki gunung itu, saya tidak memiliki tenaga jadi saya harus berhenti untuk meminum air dan beristirahat sejenak. itu adalah pengalaman pertama saya mendaki gunung. Setelah sampai di puncak gunung, kita harus menunggu matahari terbit tersebut. Setelah matahari itu terlihat, banyak sekali turis yang berfoto-foto. Sebelum matahari tersebut terlihat, udara di sana memang sangat dingin, tapi setelah itu saya tidak terlalu menggigil. 

          Lalu kita kembali turun dan melihat ke tempat lainnya. Kita juga mengunjungi Telaga Warna. Telaga itu diberikan nama Telaga Warna karena telaga itu bisa berubah warna. Kita juga dapat melihat telaga itu dari atas. Di atas ada tempat untuk duduk dan juga ada batu yang sangat tinggi agar kita dapat melihat lebih jelas. Saya dan keluarga sayajuga berfoto-foto di batu tersebut. Batu itu terlihat sangat tinggi sampai membuat saya menjadi takut jatuh. Setelah itu kami pergi ke Kawah Sikidang. Tempat itu sangat bagus tetapi sangat bau. Pengawas pintu masuk juga berkata kita harus memakai masker karena bau belerang. 

       Saya tidak berfoto-foto di sana karena saya merasa mabuk dengan bau belerang yang sangat kuat itu. Kita juga mendekati kawah itu. Banyak sekali uap-uap disana. Lalu kita kembali ke mobil. Setelah itu, bapak tuor guide menemani kami ke Museum Kailasa. Karena museum itu belum buka, kita harus menunggu. Bapak tour guide sudah pulang tetapi museum itu masih saja belum buka dan sangat sepi. Akhirnya museum itu di buka. Seharusnya kita membayar pintu masuk tetapi tidak ada penjaga yang berkata kita harus bayar jadi kita langsung masuk saja. Setelah melihat berbagai macam patung dan benda bersejarah, kita pergi ke Candi Gatot Kaca.

       Candi Gatot Kaca memiliki taman yang besar agar para pengunjung bisa melihat-lihat dan berjalan-jalan. Saya dan saudara saya sibuk bermain ^v^ sampai saya terjatuh ke rumput-rumput yang basah. Setelah kami berjalan-jalan kami pun kembali ke Arjuna Homestay. Kami makan siang di sana juga. Di Arjuna Homestay kita juga bisa memesan makanan. Kami memesan indomie goreng. pada malam hari saya dan ayah saya membeli makanan di sebuah restauant yang tidak jauh dari penginapan saya. Esok harinya, kami kembali ke perjalanan.


ini adalah foto Candi Arjuna. Pemandangan di sana sangat indah dan mempesona.
sumber: https://smpn9depok.wordpress.com
 ini adalah Telaga Warna dan 1 telaga lainnya.
sumber: http://wisatadisemarang.com

Kawah Sikidang, Dieng. sumber: http://wisatawanalam.blogspot.com

 Museum Kailasa, Dieng. sumber: http://www.daftartempat.com

No comments:

Post a Comment