Di hari menjelang Imlek, ada seorang anak yang ingin berpesta dengan keluarganya. Ia bernama Didi. Didi adalah seorang anak yatim piatu. Walaupun ia memiliki banyak teman, tetapi ia sangat merindukan keluarganya. Setiap tahun, Didi merayakan hari spesial itu dengan temannya, tetapi sebenarnya ia ingin merayakannya bersama keluarganya. Didi adalah anak yang sangat baik, oleh karena itu ia memiliki banyak teman yang menemaninya. Ia memiliki seorang teman yang sangat baik dan perhatian kepadanya, dan ia adalah teman terbaik Didi. Temannya bernama Bintang. Bintang adalah seorang perempuan yang memiliki keluarga, ia bertemu dengan Didi saat ia sebangkku dengan Didi di sekolahnya. Suatu hari saat mereka bermain bersama pada hari Sabtu, Didi terlihat sangat murung dan sedih.
"Ada apa Didi"? Kata Bintang. Lalu Didi berkata dengan murung , "Tahun ini aku ingin merayakan Imlek bersama keluargaku". Perkataan Didi membuat Bintang bingung dan cemas. Saat Bintang pulang kerumah, ia memikirkan apa yang dimaksud oleh Didi. Keesokan harinya, ia pergi mengunjungi panti asuhan untuk bermain dengan Didi. Ia bertanya kepada salah satu pengasuh yatim piatu yang bernama Kak Sani. "Kak Sani, bisakah saya bertemu dengan Didi? Saya ingin bermain dengannya". "Oh, iya Didi ada di halaman belakang bermain dengan temannya". Kata Kak Sani. Saat Bintang melihat Didi, ia masih terlihat murung saat bermain dengan temannya. Bintang pun mempunyai ide untuk membahagiakan Didi.
Ia mengambil kertas dan mencatat semua barang keluarga Didi yang sudah rusak. Setelah itu ia membeli banyak bingkai foto untuk menyimpan foto keluarga Didi. Ia juga membelikan baju baru untuk Didi. Bintang berharap, besok Didi akan menjadi gembira dan bisa merayakan hari Imlek itu dengan keluarganya. Bintang kembali kerumahnya untuk membungkus semua barang yang ia beli dengan kertas kado berwarna merah. Saat itu ia baru ingat bahwa dia belum membeli buah-buahan untuk Didi dan yatim piatu lainnya, jadi ia pergi ke supermarket untuk membeli beberapa buah-buahan.
Keesokan harinya, ia bangun dan mendengarkan berita yang dikatakan oleh ayahnya. Ayahnya harus bekerja ke Amerika, dan tentu saja keluarganya harus ikut dengannya. "Hari ini adalah hari yang kutunggu dan hari spesial bagiku dan Didi, tetapi ayah merusaknya"! Bintang menjadi sangat sedih. Ia pun pergi ke kamarnya untuk mengambil barang-barang yang sudah ia siapkan kemarin. Setelah itu, Bintang memanjat jendela kamarnya dan pergi ke panti asuhan. Sesudah itu ia menaruh barang-barangnya di meja kamar Didi saat Didi sedang mandi. Dengan cepat ia kembali ke rumahnya. Saat Didi masuk ke kamarnya, ia melihat banyak sekali kotak-kotak yang ada di mejanya. Didi pun membuka kotak itu satu persatu. Ia sangat bahagia karena barang-barang keluarganya menjadi baru. Tetapi ia masih belum mengetahui siapa yang memberikan barang-barang itu. Sampai ia melihat kotak terakhir, ada secarik kertas yang bertulisan "Karena akulah sinar terang menjelang Imlek. -Bintang-".
No comments:
Post a Comment